Monday, May 30, 2011

Hawking: Surga Itu Cuma Dongeng

Mayoritas umat beragama di Indonesia memercayai bahwa manusia dijanjikan kehidupan yang kekal di akhirat beserta surga jika mampu berbuat baik dalam hidupnya.

Namun, dalam wawancara dengan The Guardian, fisikawan Stephen Hawking membantah hal itu. Dia mengatakan bahwa konsep kehidupan kekal dan surga hanyalah dongeng belaka.


http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2010/09/03/2148257620X310.jpg

Hawking mengatakan, kematian terjadi ketika otak berhenti bekerja.

"Saya menganggap otak seperti komputer yang akan berhenti bekerja ketika komponennya rusak. Tidak ada kehidupan setelah mati ataupun surga bagi komputer rusak itu. Semua itu cuma dongeng bagi orang-orang yang takut akan kegelapan," urai Hawking.

Dalam wawancara itu, Hawking juga mengemukakan bahwa terjadi fluktuasi kuantum pada masa awal semesta menciptakan galaksi, bintang, dan kehidupan, termasuk manusia.

"Ilmuwan memprediksikan bahwa ada banyak semesta yang tercipta secara spontan. Adalah masalah kesempatan saja kita ada di dalamnya," kata Hawking.

Pernyataan tersebut juga mempertegas isi buku The Grand Design karyanya yang dipublikasikan pada 2010. Buku itu menyatakan bahwa penciptaan semesta dan eksistensinya tak perlu peran serta Tuhan. Gagasan Hawking yang kontroversial itu menyulut perdebatan dengan para pemuka agama.

Pertanyaannya kemudian, ketika kehidupan kekal dan surga tak ada, apa yang harus dilakukan manusia dalam hidupnya? Hawking mengemukakan bahwa hakikat kehidupan adalah menemukan makna dari tindakan yang dilakukan. "Kita harus menemukan nilai tertinggi dari tindakan kita," cetus Hawking.

Hawking sendiri menyatakan bahwa ia tak takut mati.

"Saya telah hidup dengan prediksi kematian dini selama 49 tahun. Saya tak takut mati, tetapi saya juga tak buru-buru ingin mati. Saya masih punya banyak hal yang perlu saya lakukan," papar fisikawan yang juga menulis buku best seller A Brief History of Time pada tahun 1988 ini.

Dalam kesempatan wawancara itu, Hawking menyatakan, "Semesta diatur oleh sains. Tetapi sains mengatakan kepada kita bahwa kita tak bisa menyelesaikan persamaan secara langsung. Kita harus menggunakan teori seleksi alam Darwin untuk survive. Kita akan memberi mereka nilai tertinggi."

Hawking juga mengatakan sisi sains yang paling menarik bagi dirinya. "Sains menjadi menawan ketika mampu menjelaskan secara sederhana fenomena atau hubungan setiap observasi yang berbeda. Misalnya terkait struktur DNA double helix dalam ilmu biologi dan persamaan dasar fisika," ungkap Hawking.

Hawking diketahui mengidap penyakit neuron motorik sejak usia 21 tahun. Dokter memprediksi hidupnya tak akan lama, tetapi ternyata ia hidup hingga lima dekade setelah diagnosis penyakit itu. Kesempatan hidup lebih itu membuat Hawking merasa ia memiliki nilai kehidupan yang lebih.

Sumber : sains.kompas.com

6 Tempat Sampah Unik dan Canggih di Dunia

Mungkin jika kita berfikir tentang tempat sampah, maka yang ada dibayangan kita adalah kotor, jorok, bau dan segalanya yang membuat kita tidak mau berada dekat-dekat dengannya. Namun ternyata tidak semua tempat sampah seperti itu.


Berikut ini adalah design-design tempat sampah yang sudah menggunakan konsep futuristik dengan dibarengi teknologi yang canggih dalam pengolahan sampah.


1. Touchless Automatic Trash Can


Seperti yang Anda ketahui, tempat sampah sangat kotor, tidak ada satu orang pun yang senang memegangnya.Tetapi dengan sensor inframerah, tempat sampah ini terbuka secara otomatis selama Anda berada dalam rentang 6 inci dari sensor. Tiga detik setelah selesai, tutup slide akan tertutup otomatis.


2. Barcode Trashcan


Tahukah anda bahwa tidak semua jenis plastik bisa didaur ulang? Pernahkah anda memperhatikan bagian bawah dari botol air mineral yang anda minum? Disana biasanya dapat dijumpai tanda daur ulang dengan angka ditengahnya.

Tanda inilah yang menunjukkan apakah sampah platik ini bisa didaur ulang atau tidak. Alat ini adalah sebuah tempat sampah pintar yang dilengkapi dengan barcode.

Bagi anda yang belum mengerti apa itu barcode, barcode adalah kode (yang biasanya berupa garis tegak lurus) yang biasa digunakan untuk mempermudah proses identifikasi suatu barang.

Aplikasi barcode paling banyak ditemui di supermarket atau swalayan untuk mempercepat proses pelayanan. Si Pelayan tinggal mengarahkan sensor ke arah barcode dan harga akan segera tampil dilayar.


3. Expanding Office Bin seharga


Tempat sampah ini dapat mengembang apabila di isi dengan sampah.


4. Ovetto Bin


Arsitek Italia Gianluca Soldi, yang sangat terlibat dalam lingkungan hidup, merancang Ovetto Bin, ($ 255) untuk membuat daur ulang yang lebih mudah dan lebih terorganisasi, ia menawarkan tiga divisi tersendiri untuk berbagai jenis daur ulang.

Setiap komponen memiliki pintu untuk tas removal dan penutup untuk menurunkan sampah, serta warna-warna yang berbeda untuk menempatkan sampah yang masuk.


5. Armstrong Bin


Tempat sampah ini didesain untuk memampatkan volume produksi sampah kita setiap hari. Nama Armstrong Bin berasal dari manusia pertama yang mendarat di bulan, seperti anda akan mendaratkan sampah pertama anda disini.


6. Minus Trash Can


Perancang asal Turki, Cem Tutuncuoglu memiliki ide cemerlang untuk menjauhkan tikus-tikus pengincar aroma busuk dari dapur Anda. Dengan kreativitasnya ia berhasil menciptakan Minus Frozen Garbage Container.

Dari namanya sudah bisa ditebak kalau hasil karyanya ini berupa tempat sampah yang bisa menjaga sampah organik anda agar tetap berada di bawah suhu nol derajat sehingga tidak mengalami pembusukan dan mengeluarkan aroma busuk.

Sumber :
blomada.com
http://www.apakabardunia.com/2011/05/6-tempat-sampah-unik-dan-canggih-di.html